LEGENDA YANG HILANG
"pengabdian terakhir"
Terlihat Raden Ayu berlari kebingungan di dalam hutan sambil meneriakkan nama Cleo dan suaminya, wajahnya pucat dan terus berlari memcari Bayu dan Cleo sambil menangis, tangisannya makin menjadi ketika melihat Cleo yang sedang duduk sambil menggerak-gerakkan tubuh Bayu yang terbaring didepannya, dengan cepat Raden Ayu merangkul suaminya yang tergeletak tak berdaya, mendengar tangisan Raden Ayu dan merasakan tetesan air mata istrinya membuat Bayu bangu dan mengusap air mata istrinya itu,
Bayu :"Maaf ratuku, kenapa kau selalu menangis padahal aku sering melakukan ini padamu?".
Raden Ayu :"Aku tukut kakang benar-benar pergi meninggalkan aku".
Bayu :"Aku tidak akan meninggalkanmu ratuku, selain itu aku tadi hanya bercanda"
Raden Ayu :"Kakang jahat sekali".
Raden Ayu marah sambil memukuli Bayu membuat Bayu bangun dan berlari bersama Cleo menghindari kemarahan Raden Ayu Roro Puji Astutik, dengan bahagia mereka bermain di dalam hutan di wilayah taman kaputren kerajaan pusar angin. Patih Guntur Geni datang menghampiri Bayu dan Raden Ayu untuk memberitahu ada tamu yang datang,
Guntur Geni :"Hormat gusti, ada tamu dari kerajaan majapahit ingin menghadap".
Bayu :"Siapa patih?".
Guntur Geni :"Patih gajah mada dan rombongannya gusti".
Bayu :"Baiklah patih, saya akan menyusul".
Guntur Geni :"Hamba mohon pamit gusti".
Bayu :"Silahkan patih".
setelah patih Guntur Geni pergi Bayu pun memanggil Cleo yang sedang duduk di bawah pohon dan mereka kembali ke istana bersama Raden Ayu, sampai di sana patih Gajah Mada telah menunggu bersama rombongannya,
Gajah Mada :"Hormat hamba gusti, hamba patih dari kerajaan majapahit menghadap gusti".
Bayu :"Ada apa patih sampai menghadap sendiri padaku?".
Gajah Mada :"Hamba menjalankan titah untuk mengajak gusti dan kerajaan ini bergabung bersama kerajaan majapahit".
Bayu :"Maaf patih aku tidak bisa, setelah dulu kalian membuangku kini kalian datang untuk mengajakku menggabungkan kerajaan yang telah ku bangun sendiri".
seluruh ruangan bingung mendengar ucapan Bayu yang katanya di buang dari kerajaan majapahit,
Gajah Mada :"Apa maksud gusti dibuang dari majaphit? Hamba tidak mengerti?".
Bayu :"Patih pasti lupa kejadian 14 tahun yang lalu".
Gajah Mada :"Kejadian apa gusti? Hamba benar-benar tidak ingat?".
Bayu :"Dengan tanpa rasa bersalah kau bicara seperti itu patih, aku adalah anak kecil yang kau jadikan wadah untuk Rubi".
Gajah Mada :"Rubi?".
Bayu :"Iya, siluman yang kalian usik dari tidurnya di pohon maja".
Patih Gajah Mada dan seluruh pengikutnya yang mengetahui kejadian itu tersentak kaget tidak percaya kalau raja di hadapannya adalah Bayu samudro anak kecil yang tubuhnya di jadikan penjara untuk Rubi,
Gajah Mada :"Bayu....! Apa benar kau Bayu samudro yang dulu".
Bayu :"Benar patih, akulah Bayu samudro".
Gajah Mada :"Maafkan kesalahanku yang membuat hidupmu jadi menderita dan jauh dari orang tuamu Bayu".
Bayu :"Semua sudah terjadi patih dan kini aku hidup dengan caraku sendiri".
Gajah Mada :"Walau begitu hamba tetap ingin agar kerajaan pusar angin ini bersatu dengan kerajaan majapahit gusti".
Bayu :"Maaf patih aku tidak bisa".
Gajah Mada :"Tidakkah gusti memahami niat hamba ini agar suatu saat nanti bukan hanya jawa dwipa tapi seluruh Nusantara bisa bersatu, dengan begitu tidak akan ada lagi perang yang merugikan semuanya".
Bayu :"Katakan pada rajamu patih, kerajaan pusar angin tidak akan tunduk pada kerajaan manapun".
Gajah Mada :"Kerajaan Majapahit tidak ingin menundukkan kerajaan lain, tapi untuk mensejajarkan, agar semua kerajaan di Nusantara bisa hidup dengan damai tanpa ada lagi pertumpahan darah".
setelah perdepatan panjang patih Gajah Mada dan rombongannya pun kembali ke kerajaan majapahit dan menceritakan penolakkan dan juga siapa raja kerajaan pusar angin sebenarnya pada prabu Wijaya,para petinggi kerajaan yang mendengar cerita patih Gajah Mada kaget dan bingung. Banyak yang berpendapat jika Bayu membuat kerajaan karena ingin balas dendam pada kerajaan majapahit namun ada juga yang berpendapat lain.
Raden Ayu yang sedih melihat suaminya termenung di atas bukit yang di temani Cleo dan para pengikut setianya menghampiri, dia datang dan mencoba menghibur Bayu samudro,
Raden Ayu :"Kakang Bayu, jika boleh tahu. Apa yang kakang fikirkan?".
Bayu :"Aku tidak tahu ratuku, aku hanya memikirkan nasib rakyatku".
Raden Ayu :"Jika kakang ingin menyatukan kerajaan ini dengan kerajaan Majapahit, hamba akan tetap setia pada kakang".
Bayu :"Terima kasih ratuku. Tapi sampai saat ini aku tidak pernah sekali pun menarik ucapanku".
Raden Ayu :"Hamba akan selalu menemani kakang apapun yang akan terjadi".
Hari pun mulai senja dan mereka kembali ke istana.
LEGENDA YANG HILANG
*******--------*******
Suatu hari datang utusan dari kerajaan Majapahit lagi yang mengirimkan surat ucapan maaf dari prabu Wijaya dan juga ajakan untuk bersatu, namun lagi-lagi Bayu menolak untuk menyatukan kerajaannya dengan kerajaan Majapahit.
Beberapa kali prabu Wijaya mengantarkan surat pada Bayu selalu namun di tolak, akhirnya dengan terpaksa patih Gajah Mada dan prabu Wijaya memutuskan untuk menyatukan kerajaan Pusar Angin dan Majapahit dengan jalan peperangan, walau salah tapi demi menyatukan Nusantara mereka pun akhirnya menggunakan jalan terakhir itu. Prabu Wijaya kembali mengirim utusan ke kerajaan Pusar Angin untuk yang terakhir kalinya dan memaksa Bayu untuk tunduk, jika tidak perang antara Majapahit dan Pusar Angin akan berlangsung.
*******---------*******
Senja berlalu dengan hiasan cahaya jingga di langit barat. Bayu Samudro terdiam memandang seluruh rakyatnya yang ada di dalam benteng kerajaan sedang mengerjakan tugas mereka sehari-hari dari atas gerbang. Cleo yang selalu setia menemaninya berdiri di samping Bayu melihat kegelisahan temannya itu,
Cleo :"Bayu, jika memang harus berperang, kami akan selalu siap mempertahankan kerajaan ini".
Bayu :"Aku tahu Cleo, kalian tidak akan pernah meninggalkan aku apapun yang akan terjadi".
Cleo :"Lalu apa yang kau khawatirkan Bayu? Kami para bangsa siluman yang mengabdikan diri padamu semakin banyak dan kuat, kita pasti bisa mengalahkan pasukan Majapahit".
Bayu :"Aku juga tahu itu Cleo, aku juga tahu, kerajaan Pusar Angin akan menang walau aku sendirian yang menghadapi seluruh pasukan kerajaan Majapahit, bahkan jika aku mau aku bisa menundukkan seluruh kerajaan di Nusantara ini sendirian".
Cleo :"Lalu apa yang membuatmu terus khawatir Bayu?".
Bayu :"Aku khawatir pada rakyatku Cleo, mereka telah mempercayakan hidup mereka padaku agar bisa hidup damai".
Cleo :"Benar Bayu, dan kami akan selalu siap untuk melindungimu".
Bayu :"Aku punya satu permintaan padamu Cleo!".
Cleo :"Permintaanmu adalah perintah untukku Bayu, jadi katakan lah".
Bayu :"Saat perang ini akan terjadi, aku ingin kau dan yang lainnya tetap di dalam kerajaan, jangan pernah keluar sebelum perang usai. Jika aku kalah dan mati, aku ingin agar kau tetap jaga kerajaan ini dengan baik".
Cleo :"Apa maksudmu Bayu?".
Bayu :"Sudahlah, ayo kita kembali, ratuku sudah mencari kita".
Cleo :"Baiklah Bayu".
Bayu menaiki Cleo dan berlari menuju istana dan menemui Raden Ayu yang sudah gelisah mencari mereka. Sesampai di istana, Bayu dan Raden Ayu pun menuju kedalam untuk makan. Selesai makan Bayu duduk di sebuah gazebo di taman istana bersama Raden Ayu menikmati cahaya bulan pernama yang baru naik dari ufuk timur,
Bayu:"bulan itu indah dan cantik sekali, seperti ratuku".
Raden Ayu :"Kakang adalah cahayaku yang akan selalu menerangi malamku".
Bayu :"Berjanjilah padaku ratuku, bahwa kau akan selalu setia dan mengabdi pada kerajaan Pusar Angin".
Raden Ayu :"Iya kakang, aku akan selau bersamamu menjaga kerajaan ini".
Raden Ayu rebah di dada Bayu dan pelukan hangat dari Bayu membuat hati Raden Ayu begitu luluh dan lembut, senyumnya terlihat begitu manis saat Bayu mencium keningnya. Mereka berdua tidak tidur semalaman menikmati cahaya bulan dan cinta mereka hingga purnama hilang di telan cayaha pagi.
Raden Ayu tidak pernah tahu apa yang ada dalam fikiran Bayu yang sejak kedatangan utusan dari kerajaan Majapahit mulai lebih banyak berdiam diri, walau kadang ada kekhawatiran dalam diri Raden Ayu tapi dia tetap teguh pada keyakinan dan cintanya pada Bayu Samudro.
LEGENDA YANG HILANG
Telik sandi kerajaan Pusar Angin menghadap pada Bayu untuk memberitahukan kalau pasukan dari kerajaan Majapahit sudah bergerak dan mulai mendekat. Bayu memanggil seluruh punggawa kerajaan untuk menyusun strategi dan memberitahu apa yang harus di lakukan. Ketika pasukan dari Majapahit telah sampai di depan gerbang kerajaan, Bayu Samudro mengumpulkan seluruh rakyat dan juga prajuritnya,
Bayu :"Dengarlah perintah terakhirku untuk kalian semua seluruh rakyat kerajaan Pusar Angin. Hari ini aku tidak mengijinkan kalian untuk ikut berperang, aku tidak mengijinkan siapapun keluar dari gerbang kerajaan sebelum perang usai".
Setelah memberi perintah pada seluruh rakyatnya Bayu berjalan keluar kerajaan menuju prabu Wijaya dan patih Gajah Mada untuk membuat satu permintaan,
Bayu :"Hormat hamba gusti prabu".
Prabu Wijaya :"Aku terima hormatmu pangeran, apa yang ingin pangeran sampaikan?".
Bayu :"Jika setelah perang ini usai dan aku mati, berjanjilah kalau kalian tudak akan membuat rakyatku menderita prabu Wijaya!".
Prabu Wijaya :"Apa sebenarnya maksud pangeran?".
Bayu :"Perang ini hanya antara aku dan kerajaan Majapahit, jadi jangan pernah libatkan rakyatku".
Prabu Wijaya :"Jika itu yang pangeran inginkan, kenapa pangeran tidak menyerah saja dan perang ini tidak akan terjadi".
Bayu :"Ada hal yang tidak bisa aku beritahukan pada gusti prabu kenapa hamba melakukan ini".
Prabu Wijaya :"Baiklah, jika itu yang pangeran inginkan. Aku berjanji tidak akan membuat rakyat menderita karena perang ini".
Bayu :"Terima kasih gusti".
Setelah pembicaraan selesai, Bayu kembali ke gerbang kerajaan dan memberi perintah pada pasukannya dan juga kawanan Cleo,
Bayu :"Wahai prajuritku, ini peperanganku, jadi aku perintahkan pada kalian untuk menutup gerbang ini saat perang terjadi dan jangan pernah ikut perang ini".
Prajurit :"Baik pangeran!".
Bayu :"Cleo, berjanjilah untuk tetap setia menjaga kerajaan Pusar Angin setelah aku pergi".
Cleo :"Aku berjanji padamu Bayu".
Bayu :"Sekarang tutuplah gerbang kerajaan dan jangan pernah di buka sebelum perang usai, walau apapun terjadi".
pintu gerbang kerajaan Pusar Angin pun di tutup namun menyisakan sebuah pertanyaan dari benak prajurit dan rakyat kerajan Pusar Angin, sedang Cleo dan kawanannya serta Raden Ayu yang yakin akan kekuatan maha raja siluman atau Rubi di dalam diri Bayu bisa mengalahkan pasukan Majapahit, mengikuti perintah Bayu dan menyaksikan peperangan dari atas gerbang kerajaan.
Bayu :"Rubi, apa kau sudah siap untuk perang terakhir kita".
Rubi :"Tentu saja aku selalu siap kapanpun".
Bayu pun mengeluarkan jirah perang dan juga perisai cakra dari kekuatan Rubi. Perang pun terjadi di depan gerbang kerajaan Pusar Angin, antara Bayu dan kerajaan Majapahit, pertarungan hebat terjadi antara kedua belah pihak, banyak korban dari kerajaan Majapahit namun mereka tidak gentar dan terus melawan Kekuatan Bayu dan Rubi. Bayu yang tahu bahwa penyatuan jiwanya dan jiwa Rubi belum sempurna pasti akan membuat efek negatif pada dirinya, dan benar saja. Ketika melawan prabu Wijaya dan patih Gajah Mada, kekuatannya melemah dan perisai cakra dari kekuatan Rubi menghilang, saat itulah prabu Wijaya dan patih Gajah Mada menusuk Bayu hingga pedangnya menembus tubuh Bayu sampai sisi sebelahnya. Tubuh Bayu berlumuran darah dan terjatuh namun di tangkap oleh prabu Wijaya dan juga patih Gajah Mada. Cleo yang melihat kejadian itu sangat marah dan mencoba melindungi Bayu namun saat hampir menyerang parabu Wijaya,
Bayu :"Hentikan Cleo,,,!".
Cleo langsung berhenti untuk menyerang prabu Wijaya,
Bayu :"Kau tidak boleh melakukannya Cleo".
Cleo :"Tapi Bayu,,,!".
Bayu :"Sudahlah Cleo, ini adalah jalan yang ku pilih".
Cleo :"Inikah maksud kata-katamu selama ini Bayu? Jika saja aku tahu lebih awal, aku tidak akan membiarkanmu berperang sendirian".
Bayu :"Gusti prabu, hamba berharap gisti memenuhi janji gusti".
Prabu Wijaya :"Aku akan memenuhi janjiku pangeran. Aku tidak akan menghancurkan kerajaanmu, tapi aku akan menghormati perjuanganmu sebagai seorang kesatria sejati".
Akhirnya Bayu menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan prabu Wijaya. Gerbang kerajaan pun di buka dan jenasah Bayu di bopong masuk oleh prabu Wijaya dan patih Gajah Mada untuk mendapat penghormatan terakhir dari perjuangannya sebelum di semayamkan. Seluruh kerajaan Pusar Angin berduka atas kepergian raja yang mereka cintai, Cleo berdiri menjadi sandaran Raden Ayu yang menangis karena orang yang sangat di cintainya telah pergi lebih dulu. Raden Ayu mencoba tetap tegar dengan apa yang terjadi dan akan tetap menjadi ratu di kerajaan Pusar Angin seperti janji yang di ucapkannya pada Bayu sebelum perang terjadi.
*******--------*******
Bayu dan Rubi telah terpisah dari tubuh, mereka berdiri di sebuah tempat yang di selimuti awan. Dari jauh Bayu memandang sebuah gerbang yang besar dan indah, dia mengajak Rubi untuk mendekati gerbang itu. Sesampainya di depan gerbang, pintunya mulai terbuka perlahan dan sedikit demi sedikit mereka melihat ada yang berdiri di balik gerbang itu. Bayu melihat kedua orang tuanya berdiri sambil tersenyum bahagia menyambut kedatangan Bayu, sedang Rubi menangis terharu karena bahagia melihat wanita yang di cintainya dan juga ke empat anaknya telah menunggunya di gerbang Nirwana.
Rubi :"Terima kasih Bayu, kau benar-benar telah memenuhi janjimu untuk membawaku menemui kel argaku, aku sangat bersyukur pada sang pencipta bisa bertemu denganmu".
Bayu :"Terima kasih juga Rubi, karena kau setia menemaniku selama ini".
Mereka berjalan masuk gerbang Nirwana dan memeluk orang-orang yang selama ini mereka rindukan hingga gerbang Nirwana kembali tertutup.
********-----------********
49 hari setelah Bayu meninggal, kerajaan Pusar Angin di landa bencana dasyat. Gunung besar yang ada di dekat kerajan meletus, abu, tanah dan lahar dingin serta semua yang keluar dari gunung itu menutupi seluruh kerajaan Pusar Angin hingga tak terlihat lagi. Kerajaan Pusar Angin kini terkubur di dalam tanah dan menunggu untuk di bangkitkan lagi.
**********SELESAI**********
0 komentar:
Posting Komentar