Jumat, 04 Mei 2018

Published 04 Mei by with 0 comment

LEGENDA YANG HILANG capt : 4


LEGENDA YANG HILANG

"pengabdian terakhir"

  Terlihat Raden Ayu berlari kebingungan di dalam hutan sambil meneriakkan nama Cleo dan suaminya, wajahnya pucat dan terus berlari memcari Bayu dan Cleo sambil menangis, tangisannya makin menjadi ketika melihat Cleo yang sedang duduk sambil menggerak-gerakkan tubuh Bayu yang terbaring didepannya, dengan cepat Raden Ayu merangkul suaminya yang tergeletak tak berdaya, mendengar tangisan Raden Ayu dan merasakan tetesan air mata istrinya membuat Bayu bangu dan mengusap air mata istrinya itu,

Bayu :"Maaf ratuku, kenapa kau selalu menangis padahal aku sering melakukan ini padamu?".

Raden Ayu :"Aku tukut kakang benar-benar pergi meninggalkan aku".

Bayu :"Aku tidak akan meninggalkanmu ratuku, selain itu aku tadi hanya bercanda"

Raden Ayu :"Kakang jahat sekali".

Raden Ayu marah sambil memukuli Bayu membuat Bayu bangun dan berlari bersama Cleo menghindari kemarahan Raden Ayu Roro Puji Astutik, dengan bahagia mereka bermain di dalam hutan di wilayah taman kaputren kerajaan pusar angin. Patih Guntur Geni datang menghampiri Bayu dan Raden Ayu untuk memberitahu ada tamu yang datang,

Guntur Geni :"Hormat gusti, ada tamu dari kerajaan majapahit ingin menghadap".

Bayu :"Siapa patih?".

Guntur Geni :"Patih gajah mada dan rombongannya gusti".

Bayu :"Baiklah patih, saya akan menyusul".

Guntur Geni :"Hamba mohon pamit gusti".

Bayu :"Silahkan patih".

setelah patih Guntur Geni pergi Bayu pun memanggil Cleo yang sedang duduk di bawah pohon dan mereka kembali ke istana bersama Raden Ayu, sampai di sana patih Gajah Mada telah menunggu bersama rombongannya,

Gajah Mada :"Hormat hamba gusti, hamba patih dari kerajaan majapahit menghadap gusti".

Bayu :"Ada apa patih sampai menghadap sendiri padaku?".

Gajah Mada :"Hamba menjalankan titah untuk mengajak gusti dan kerajaan ini bergabung bersama kerajaan majapahit".

Bayu :"Maaf patih aku tidak bisa, setelah dulu kalian membuangku kini kalian datang untuk mengajakku menggabungkan kerajaan yang telah ku bangun sendiri".

seluruh ruangan bingung mendengar ucapan Bayu yang katanya di buang dari kerajaan majapahit,

Gajah Mada :"Apa maksud gusti dibuang dari majaphit? Hamba tidak mengerti?".

Bayu :"Patih pasti lupa kejadian 14 tahun yang lalu".

Gajah Mada :"Kejadian apa gusti? Hamba benar-benar tidak ingat?".

Bayu :"Dengan tanpa rasa bersalah kau bicara seperti itu patih, aku adalah anak kecil yang kau jadikan wadah untuk Rubi".

Gajah Mada :"Rubi?".

Bayu :"Iya, siluman yang kalian usik dari tidurnya di pohon maja".

Patih Gajah Mada dan seluruh pengikutnya yang mengetahui kejadian itu tersentak kaget tidak percaya kalau raja di hadapannya adalah Bayu samudro anak kecil yang tubuhnya di jadikan penjara untuk Rubi,

Gajah Mada :"Bayu....! Apa benar kau Bayu samudro yang dulu".

Bayu :"Benar patih, akulah Bayu samudro".

Gajah Mada :"Maafkan kesalahanku yang membuat hidupmu jadi menderita dan jauh dari orang tuamu Bayu".

Bayu :"Semua sudah terjadi patih dan kini aku hidup dengan caraku sendiri".

Gajah Mada :"Walau begitu hamba tetap ingin agar kerajaan pusar angin ini bersatu dengan kerajaan majapahit gusti".

Bayu :"Maaf patih aku tidak bisa".

Gajah Mada :"Tidakkah gusti memahami niat hamba ini agar suatu saat nanti bukan hanya jawa dwipa tapi seluruh Nusantara bisa bersatu, dengan begitu tidak akan ada lagi perang yang merugikan semuanya".

Bayu :"Katakan pada rajamu patih, kerajaan pusar angin tidak akan tunduk pada kerajaan manapun".

Gajah Mada :"Kerajaan Majapahit tidak ingin menundukkan kerajaan lain, tapi untuk mensejajarkan, agar semua kerajaan di Nusantara bisa hidup dengan damai tanpa ada lagi pertumpahan darah".

setelah perdepatan panjang patih Gajah Mada dan rombongannya pun kembali ke kerajaan majapahit dan menceritakan penolakkan dan juga siapa raja kerajaan pusar angin sebenarnya pada prabu Wijaya,para petinggi kerajaan yang mendengar cerita patih Gajah Mada kaget dan bingung. Banyak yang berpendapat jika Bayu membuat kerajaan karena ingin balas dendam pada kerajaan majapahit namun ada juga yang berpendapat lain.
  Raden Ayu yang sedih melihat suaminya termenung di atas bukit yang di temani Cleo dan para pengikut setianya menghampiri, dia datang dan mencoba menghibur Bayu samudro,

Raden Ayu :"Kakang Bayu, jika boleh tahu. Apa yang kakang fikirkan?".

Bayu :"Aku tidak tahu ratuku, aku hanya memikirkan nasib rakyatku".

Raden Ayu :"Jika kakang ingin menyatukan kerajaan ini dengan kerajaan Majapahit, hamba akan tetap setia pada kakang".

Bayu :"Terima kasih ratuku. Tapi sampai saat ini aku tidak pernah sekali pun menarik ucapanku".

Raden Ayu :"Hamba akan selalu menemani kakang apapun yang akan terjadi".

Hari pun mulai senja dan mereka kembali ke istana.

LEGENDA YANG HILANG
*******--------*******

Suatu hari datang utusan dari kerajaan Majapahit lagi yang mengirimkan surat ucapan maaf dari prabu Wijaya dan juga ajakan untuk bersatu, namun lagi-lagi Bayu menolak untuk menyatukan kerajaannya dengan kerajaan Majapahit. 
   Beberapa kali prabu Wijaya mengantarkan surat pada Bayu selalu namun di tolak, akhirnya dengan terpaksa patih Gajah Mada dan prabu Wijaya memutuskan untuk menyatukan kerajaan Pusar Angin dan Majapahit dengan jalan peperangan, walau salah tapi demi menyatukan Nusantara mereka pun akhirnya menggunakan jalan terakhir itu. Prabu Wijaya kembali mengirim utusan ke kerajaan Pusar Angin untuk yang terakhir kalinya dan memaksa Bayu untuk tunduk, jika tidak perang antara Majapahit dan Pusar Angin akan berlangsung.
*******---------*******
  Senja berlalu dengan hiasan cahaya jingga di langit barat. Bayu Samudro terdiam memandang seluruh rakyatnya yang ada di dalam benteng kerajaan sedang mengerjakan tugas mereka sehari-hari dari atas gerbang. Cleo yang selalu setia menemaninya berdiri di samping Bayu melihat kegelisahan temannya itu,

Cleo :"Bayu, jika memang harus berperang, kami akan selalu siap mempertahankan kerajaan ini".

Bayu :"Aku tahu Cleo, kalian tidak akan pernah meninggalkan aku apapun yang akan terjadi".

Cleo :"Lalu apa yang kau khawatirkan Bayu? Kami para bangsa siluman yang mengabdikan diri padamu semakin banyak dan kuat, kita pasti bisa mengalahkan pasukan Majapahit".

Bayu :"Aku juga tahu itu Cleo, aku juga tahu, kerajaan Pusar Angin akan menang walau aku sendirian yang menghadapi seluruh pasukan kerajaan Majapahit, bahkan jika aku mau aku bisa menundukkan seluruh kerajaan di Nusantara ini sendirian".

Cleo :"Lalu apa yang membuatmu terus khawatir Bayu?".

Bayu :"Aku khawatir pada rakyatku Cleo, mereka telah mempercayakan hidup mereka padaku agar bisa hidup damai".

Cleo :"Benar Bayu, dan kami akan selalu siap untuk melindungimu".

Bayu :"Aku punya satu permintaan padamu Cleo!".

Cleo :"Permintaanmu adalah perintah untukku Bayu, jadi katakan lah".

Bayu :"Saat perang ini akan terjadi, aku ingin kau dan yang lainnya tetap di dalam kerajaan, jangan pernah keluar sebelum perang usai. Jika aku kalah dan mati, aku ingin agar kau tetap jaga kerajaan ini dengan baik".

Cleo :"Apa maksudmu Bayu?".

Bayu :"Sudahlah, ayo kita kembali, ratuku sudah mencari kita".

Cleo :"Baiklah Bayu".

Bayu menaiki Cleo dan berlari menuju istana dan menemui Raden Ayu yang sudah gelisah mencari mereka. Sesampai di istana, Bayu dan Raden Ayu pun menuju kedalam untuk makan. Selesai makan Bayu duduk di sebuah gazebo di taman istana bersama Raden Ayu menikmati cahaya bulan pernama yang baru naik dari ufuk timur,

Bayu:"bulan itu indah dan cantik sekali, seperti ratuku".

Raden Ayu :"Kakang adalah cahayaku yang akan selalu menerangi malamku".

Bayu :"Berjanjilah padaku ratuku, bahwa kau akan selalu setia dan mengabdi pada kerajaan Pusar Angin".

Raden Ayu :"Iya kakang, aku akan selau bersamamu menjaga kerajaan ini".

Raden Ayu rebah di dada Bayu dan pelukan hangat dari Bayu membuat hati Raden Ayu begitu luluh dan lembut, senyumnya terlihat begitu manis saat Bayu mencium keningnya. Mereka berdua tidak tidur semalaman menikmati cahaya bulan dan cinta mereka hingga purnama hilang di telan cayaha pagi.
   Raden Ayu tidak pernah tahu apa yang ada dalam fikiran Bayu yang sejak kedatangan utusan dari kerajaan Majapahit mulai lebih banyak berdiam diri, walau kadang ada kekhawatiran dalam diri Raden Ayu tapi dia tetap teguh pada keyakinan dan cintanya pada Bayu Samudro.

LEGENDA YANG HILANG

   Telik sandi kerajaan Pusar Angin menghadap pada Bayu untuk memberitahukan kalau pasukan dari kerajaan Majapahit sudah bergerak dan mulai mendekat. Bayu memanggil seluruh punggawa kerajaan untuk menyusun strategi dan memberitahu apa yang harus di lakukan. Ketika pasukan dari Majapahit telah sampai di depan gerbang kerajaan, Bayu Samudro mengumpulkan seluruh rakyat dan juga prajuritnya,

Bayu :"Dengarlah perintah terakhirku untuk kalian semua seluruh rakyat kerajaan Pusar Angin. Hari ini aku tidak mengijinkan kalian untuk ikut berperang, aku tidak mengijinkan siapapun keluar dari gerbang kerajaan sebelum perang usai".

Setelah memberi perintah pada seluruh rakyatnya Bayu berjalan keluar kerajaan menuju prabu Wijaya dan patih Gajah Mada untuk membuat satu permintaan,

Bayu :"Hormat hamba gusti prabu".

Prabu Wijaya :"Aku terima hormatmu pangeran, apa yang ingin pangeran sampaikan?".

Bayu :"Jika setelah perang ini usai dan aku mati, berjanjilah kalau kalian tudak akan membuat rakyatku menderita prabu Wijaya!".

Prabu Wijaya :"Apa sebenarnya maksud pangeran?".

Bayu :"Perang ini hanya antara aku dan kerajaan Majapahit, jadi jangan pernah libatkan rakyatku".

Prabu Wijaya :"Jika itu yang pangeran inginkan, kenapa pangeran tidak menyerah saja dan perang ini tidak akan terjadi".

Bayu :"Ada hal yang tidak bisa aku beritahukan pada gusti prabu kenapa hamba melakukan ini".

Prabu Wijaya :"Baiklah, jika itu yang pangeran inginkan. Aku berjanji tidak akan membuat rakyat menderita karena perang ini".

Bayu :"Terima kasih gusti".

Setelah pembicaraan selesai, Bayu kembali ke gerbang kerajaan dan memberi perintah pada pasukannya dan juga kawanan Cleo,

Bayu :"Wahai prajuritku, ini peperanganku, jadi aku perintahkan pada kalian untuk menutup gerbang ini saat perang terjadi dan jangan pernah ikut perang ini".

Prajurit :"Baik pangeran!".

Bayu :"Cleo, berjanjilah untuk tetap setia menjaga kerajaan Pusar Angin setelah aku pergi".

Cleo :"Aku berjanji padamu Bayu".

Bayu :"Sekarang tutuplah gerbang kerajaan dan jangan pernah di buka sebelum perang usai, walau apapun terjadi".

pintu gerbang kerajaan Pusar Angin pun di tutup namun menyisakan sebuah pertanyaan dari benak prajurit dan rakyat kerajan Pusar Angin, sedang Cleo dan kawanannya serta Raden Ayu yang yakin akan kekuatan maha raja siluman atau Rubi di dalam diri Bayu bisa mengalahkan pasukan Majapahit, mengikuti perintah Bayu dan menyaksikan peperangan dari atas gerbang kerajaan. 

Bayu :"Rubi, apa kau sudah siap untuk perang terakhir kita".

Rubi :"Tentu saja aku selalu siap kapanpun".

Bayu pun mengeluarkan jirah perang  dan juga perisai cakra dari kekuatan Rubi. Perang pun terjadi di depan gerbang kerajaan Pusar Angin, antara Bayu dan kerajaan Majapahit, pertarungan hebat terjadi antara kedua belah pihak, banyak korban dari kerajaan Majapahit namun mereka tidak gentar dan terus melawan Kekuatan Bayu dan Rubi. Bayu yang tahu bahwa penyatuan jiwanya dan jiwa Rubi belum sempurna pasti akan membuat efek negatif pada dirinya, dan benar saja. Ketika melawan prabu Wijaya dan patih Gajah Mada, kekuatannya melemah dan perisai cakra dari kekuatan Rubi menghilang, saat itulah prabu Wijaya dan patih Gajah Mada menusuk Bayu hingga pedangnya menembus tubuh Bayu sampai sisi sebelahnya. Tubuh Bayu berlumuran darah dan terjatuh namun di tangkap oleh prabu Wijaya dan juga patih Gajah Mada. Cleo yang melihat kejadian itu sangat marah dan mencoba melindungi Bayu namun saat hampir menyerang parabu Wijaya,

Bayu :"Hentikan Cleo,,,!".

Cleo langsung berhenti untuk menyerang prabu Wijaya,

Bayu :"Kau tidak boleh melakukannya Cleo".

Cleo :"Tapi Bayu,,,!".

Bayu :"Sudahlah Cleo, ini adalah jalan yang ku pilih".

Cleo :"Inikah maksud kata-katamu selama ini Bayu? Jika saja aku tahu lebih awal, aku tidak akan membiarkanmu berperang sendirian".

Bayu :"Gusti prabu, hamba berharap gisti memenuhi janji gusti".

Prabu Wijaya :"Aku akan memenuhi janjiku pangeran. Aku tidak akan menghancurkan kerajaanmu, tapi aku akan menghormati perjuanganmu sebagai seorang kesatria sejati".

Akhirnya Bayu menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan prabu Wijaya. Gerbang kerajaan pun di buka dan jenasah Bayu di bopong masuk oleh prabu Wijaya dan patih Gajah Mada untuk mendapat penghormatan terakhir dari perjuangannya sebelum di semayamkan. Seluruh kerajaan Pusar Angin berduka atas kepergian raja yang mereka cintai, Cleo berdiri menjadi sandaran Raden Ayu yang menangis karena orang yang sangat di cintainya telah pergi lebih dulu. Raden Ayu mencoba tetap tegar dengan apa yang terjadi dan akan tetap menjadi ratu di kerajaan Pusar Angin seperti janji yang di ucapkannya pada Bayu sebelum perang terjadi.
*******--------*******
  Bayu dan Rubi telah terpisah dari tubuh, mereka berdiri di sebuah tempat yang di selimuti awan. Dari jauh Bayu memandang sebuah gerbang yang besar dan indah, dia mengajak Rubi untuk mendekati gerbang itu. Sesampainya di depan gerbang, pintunya mulai terbuka perlahan dan sedikit demi sedikit mereka melihat ada yang berdiri di balik gerbang itu. Bayu melihat kedua orang tuanya berdiri sambil tersenyum bahagia menyambut kedatangan Bayu, sedang Rubi menangis terharu karena bahagia melihat wanita yang di cintainya dan juga ke empat anaknya telah menunggunya di gerbang Nirwana.

Rubi :"Terima kasih Bayu, kau benar-benar telah memenuhi janjimu untuk membawaku menemui kel argaku, aku sangat bersyukur pada sang pencipta bisa bertemu denganmu".

Bayu :"Terima kasih juga Rubi, karena kau setia menemaniku selama ini".

Mereka berjalan masuk gerbang Nirwana dan memeluk orang-orang yang selama ini mereka rindukan hingga gerbang Nirwana kembali tertutup.
********-----------********
  49 hari setelah Bayu meninggal, kerajaan Pusar Angin di landa bencana dasyat. Gunung besar yang ada di dekat kerajan meletus, abu, tanah dan lahar dingin serta semua yang keluar dari gunung itu menutupi seluruh kerajaan Pusar Angin hingga tak terlihat lagi. Kerajaan Pusar Angin kini terkubur di dalam tanah dan menunggu untuk di bangkitkan lagi.

   **********SELESAI**********

Read More

Sabtu, 07 April 2018

Published 07 April by with 0 comment

LEGENDA YANG HILANG capt : 3


"penyatuan jiwa"

  Terdengar ayam berkokok bersahut-sahutan tanda matahari sebentar lagi terbit,udara pagi terasa dingin menerpa tubuh Bayu samudro yang berdiri di atas bukit dan di temani 8 pengikut setia yang tidak lain adalah Cleo dan kawanannya menyaksikan rakyatnya memulai hari mereka,tampak beberapa orang yang telah bangun mengerjakan aktifitas mereka di temani obor yang mulai terlihat redup oleh kemunculan cahaya jingga di ufuk timur,suasana begitu tenang dan damai hingga suara raungan Cleo dan kawanannya memecah kesunyian pagi,Bayu tersenyum sambil memegang perutnya dan bicara pada Rubi,

Bayu :"lihat mereka Rubi,mereka semua hidup tanpa ada rakut akan kehadiran kita,justru mereka begitu senang dan menghormati kita sebagai pemimpin mereka".

Rubi :"kau memang berbeda Bayu,kau merhasil meyakinku atas kesungguhan hatimu yang telah berhasil memenuhi janji yang kau ucapkan dulu".

Cleo :"kami bangga bisa melayanimu Bayu".

Bayu mengusap bulu lebat Cleo yang menutupi lehernya,

Rubi :"mulai saat ini aku akan selalu membantumu Bayu".

Bayu :"terimakasih karena sudah percaya padaku Rubi,aku janji suatu saat nanti aku akan membawamu untuk bertemu lagi dengan istri dan anak-anakmu".

Rubi :"apa maksudmu Bayu,mereka telah tiada,bagaimana kau akan mempertemukanku dengan mereka lagi?".

Cleo :"benar Bayu,maha ratu,para pangeran dan putri kerajaan para siluman telah tiada!?".

Bayu :"percayalah bahwa aku tidak akan mengingkari janjiku karena aku juga telah berjanji pada mereka".

Rubi :"kau bertemu dengan istri dan anak-anakku?dimana mereka?".

Bayu :"awalnya aku juga tidak yakin dengan apa yang kulihat Rubi,tapi aku mulai yakin bahwa tempat yang aku datangi saat aku teluka itu adalah nirwana".

Cleo :"nirwana?".

Bayu :"benar dan disanalah aku bertemu dengan keluargamu Rubi,kau memiliki keluarga yang baik dan berbakti Rubi sampai mereka bisa masuk nirwana".

Rubi :"kau bohong padaku Bayu".

Bayu :"tidak Rubi,kau tahu anak-anakmu sangat tampan dan cantik tapi hanya satu saja yang mirip denganmu,yang lain mirip istrimu".

Rubi :"tidak mungkin".

Cleo :"bagaimana kau tahu kalau anak-anak maha raja kami hanya satu saja yang mirip dengan maha raja".

Bayu :"aku sudah bilang bahwa aku telah bertemu mereka saat di gerbang nirwana".

Rubi meneteskan air mata karena bahagia dan juga rindu pada istri dan anak-anak mereka,sedang asik bicara pada Rubi dan kawanan Cleo,Bayu di kagetkan oleh suara calon istrinya Raden Ayu Roro Puji Astutik dari bawah bukit memanggilnya,

Raden Ayu :"kakang Bayu.....!!!".

melihat Raden Ayu di bawah Bayu dan pengikutnya turun menghampiri Raden Ayu,

Bayu :"ada apa ratuku?".

Raden Ayu :"bukankah hari ini kakang ingin mengajakku kesebuah tempat?apa kakang Bayu lupa?".

Bayu :"tentu tidak ratuku,apa semua persiapan sudah selesai?".

Raden Ayu :"sudah kakang,tinggal menunggu kakang saja".

Bayu :"baiklah kalau begitu aku akan bertemu dengan patih Guntur Geni lebih dulu".

Raden Ayu :"baik kakang".

Bayu pun pergi menemui patih Guntur Geni dan berpesan padanya untuk menjaga kerajaan selama Bayu dan Raden Ayu pergi,setelah semua siap Bayu dan Raden Ayu pun pergi bersama Cleo dan beberapa prajurit sedang kawanan Cleo tinggal di kerajaan untuk berjaga.
  Setelah setengah hari melakukan perjalanan rombongan Bayu pun sampai ke tempat tujuan mereka yaitu tempat Bayu dan Cleo mengasingkan diri dan berlatih ilmu kanuragan setelah membuat kekacauan dan meninggalkan kerajaan kediri dulu,Bayu menceritakan kisahnya saat berada di tempat itu pada Raden Ayu hingga Raden Ayu sampai menangis dan terharu mendengar cerita tentang perjuangan pahit yang di lalui suaminya,Bayu juga menceritakan tentang dirinya yang menjadi sebuah wadah seekor siluman yang kini menjadi temannya.Di tempat itu Bayu yang sangat mencintai Raden Ayu Roro Puji Astutik mendirikan sebuah patung Raden Ayu di air terjun tempatnya berlatih dulu,setelah patung itu berdiri Bayu memberi nama tempat itu seperti nama istrinya yaitu AIR TERJUN RADEN AYU RORO PUJI ASTUTIK sebagai simbol cintanya pada istri yang sangat di cintainya(tempat itu sekarang di kenal dengan nama air terjun Roro kuning yang terletak di desa sawahan di wilayah kabupaten Nganjuk).Setelah selesai membangun patung istrinya Raden Ayu Roro Puji Astutik(Roro kuning) merereka pun kembali ke kerajaan pusar angin.Sesampainya di kerajaan Bayu jatuh dan tak sadarkan diri,tubuhnya terasa panas dan kekuatan dari Rubi bergejolak kuat mengelilingi tubuh Bayu,Raden Ayu menangis melihat orang yang di cintainya jatuh sakit tanpa sebab.
*******---------*******
  Prabu Wisanggeni dan pasukannya mulai bergerak menuju kerajaan pusar angin untuk membalas dendan kematian anaknya,prabu Wisanggeni di iringi para pendekar bayaran dan pengikutnya bergerak diam-diam agar tidak di ketahui kedatangannya.
*******---------*******
  Cleo dan kawanannya mencoba menolong Bayu tapi tidak berhasil karena tubuh Bayu yang tergeletak di tutupi kekuatan Rubi yang bergejolak,rakyat kerajaan pusar angin sangat sedih mendengar raja yang mereka cintai sedang sakit dan belum ada satu orang pun yang bisa mengobatinya,dalam kemelut kerajaan para prajurit dan rakyat kerajaan pusar angin di gegerkan dengan berita pasukan prabu Wisanggeni telah bergerak menuju kerajaan pusar angin yang akan sampai 3 hari lagi saat raja mereka Bayu samudro sedang sakit,melihat kepanikkan rakyat kerajaan pusar angin Cleo pun berubah menjadi sesosok singa yang memiliki tubuh manusia dan berinteraksi dengan Raden Ayu dan juga patih Guntur geni,

Cleo :"Raden Ayu tidak boleh terus bersedih karena rakyat saat ini membutuhkan Raden Ayu".

Raden Ayu :"bagaimana aku tidak sedih Cleo melihat suamiku terbujur seperti ini".

Cleo :"tapi saat ini kerajaan sedang membutuhkan Raden Ayu".

Guntur Geni :"benar gusti ratu apa yang di katakan Cleo,kita harus bersiap melindungi kerajaan ini".

Raden Ayu :"tapi patih apa aku sanggup?".

Cleo :"kami para pengikut Bayu akan siap berperang bersamamu Raden Ayu".

Guntur Geni :"benar gusti,hamba dan para prajurit siap menerima perintah dari gusti ratu untuk melindungi kerajaan yang telah di bangun sang raja".

antara sedih dan bimbang Raden Ayu pun memutuskan untuk memimpin perang melawan prabu Wisanggeni dan pasukannya untuk melindungi rakyat dan juga suaminya,walau ragu dirinya akan sanggup mengalahkan pasukan kerajaan bumi rimba yang jauh lebih banyak dan juga lebih kuat tapi demi keamanan rakyat kerajaan pusar angin dan juga suaminya Raden Ayu memimpin strategi di bantu patih Guntur Geni dan juga Cleo.
  Pasukan prabu Wisanggeni pun akhirnya datang juga dan bersiap untuk menggempur benteng pertahanan kerajaan pusar angin,Raden Ayu maju bersama pasukannya untuk menghalau pasukan lawan walau Raden Ayu tidak tahu ilmu kanuragan,hasilnya Raden Ayu terjatuh dari kuda dan hampir terkena pedang lawan namun tiba-tiba sebuah kekuatan besar melempar prajurit prabu Wisanggi yang hendak menyerang Raden Ayu saat terjatuh di tanah,Bayu samudro terbangun dari pembaringan sakitnya dan dengan kekuatan dan kemarahan Rubi menghancurkan pasukan prabu Wisanggeni,para prajurit kerajaan pusar angin yang melihat rajanya telah bangkit merasa terdorong semangatnya untuk berperang bersama raja mereka,perang hebat terjadi sekali lagi di depan benteng kerajaan pusar angin,banyak prajurit tak bersalah menjadi korban dalam perang ini hingga akhirnya Bayu berhasil membunuh prabu Wisanggeni dan juga antek-anteknya dan kemenangan kembali berpihak pada kerajaan pusar angin,setelah perang selesai tiba-tiba tubuh Bayu melayang,kekuatan besar dari Rubi yang menyelimuti tubuhnya terhisap lagi kedalam tubuhnya namun terlihat ada sesuatu yang berbeda saat tubuh Bayu samudro mulai turun perlahan,jirah perangnya terlihat lengkap dari sebelumnya dan mahkota raja siluman menghias di kepalanya,semua yang melihat kejadian itu tercengang dengan apa yang terjadi pada Bayu,sesampainya kembali menginjak tanah Bayu bergegas menghampiri istrinya dan memeluknya erat,Cleo dan kawanannya mendekati Bayu dan Raden Ayu,

Cleo :"apa yang terjadi padamu Bayu?bukankah kau sedang sakit?".

Bayu :"tidak Cleo,aku tidak sakit".

Raden Ayu :"lalu apa yang terjadi pada kakang hingga kakang menjadi seperti ini".

Bayu :"aku juga tidak tahu ratuku tapi aku bisa merasakan keberadaan Rubi dan juga merasakan isi hatinya".

Cleo :"itu tidak mungkin Bayu jika itu terjadi berarti ada penyatuan jiwa antara kau dan juga maha raja".

Bayu :"entahlah tapi sekarang aku bisa merasakan kesunyian dan kehampaan Rubi yang sama denganku".

Raden Ayu :"tidak apa-apa kakang yang penting kakang selamat".

Bayu pun memerintahkan melucuti senjata para prajurit dari kecrajaan bumi putra yang telah meninuggal atau pun yang menyerahkan diri dan mengubur para prajurit yang gugur dalam perang,para prajurit dan petinggi kerajaan pusar angin yang selamat masuk kekerajaan untuk di obati luka-luka mereka,rakyat kerajaan pusar angin membantu mengobati yang terluka,saat semua sibuk mengerjakan tugas masing masing Bayu pun berbicara di hadapan semua orang,

Bayu :"wahai rakyatku,hari ini kita menang namun mengorbankan banyak orang oleh karena itu aku ingin beberapa orang dari kalian masuk ke istana memasak dan saat matahari tenggelam nanti kita akan melakukan selamatan untuk meraka yang gugur".

tanpa di perintah lagi rakyat sudah tahu apa yang harus mereka lakukan,mereka mengikuti Bayu dan Raden Ayu masuk istana dan mengambil keperluan untuk acara selamatan lalu mulai memasak.Bayu dan Raden Ayu istirahat di temani Cleo dan kawanannya sambil membicarakan tentang apa yang menimpa Bayu,

Cleo :"apakah selama sakitmu kau ada di gerbang itu lagi Bayu?".

Bayu :"tidak Cleo tapi aku di tempat gelap bersama Rubi dan entah kenapa saat bersamanya kami terasa begitu dekat".

Cleo :"mungkinkah ini benar-benar terjadi!?".

Bayu :"apa maksudmu Cleo?".

Cleo :"mungkinkah Bayu dan maha raja melakukan penyatuan jiwa tanpa disadari".

Rubi :"jangan bicara sembarangan kau singa bodoh!".

Bayu :"bagaimana mungkin manusia dan siluman bisa melakukan penyatuan jiwa Cleo".

Cleo :"dalam silsilah keluargaku pernah ada yang melakukan itu Bayu".

Bayu :"tapi bagaimana mungkin?".

Cleo :bila hati dan juga perasaan manusia dan siluman sama,itu bisa terjadi Bayu".

Raden Ayu :"maksudmu ada perasaan yang sama antara Bayu dan juga Rubi?".

Cleo :"benar Raden Ayu".

Bayu hanya terdiam memikirkan kata-kata Cleo yang baru saja keluar,di benak Bayu bertanya-tanya perasaan apa yang sama darinya dan Rubi hingga mengalami penyatuan jiwa tanpa mereka sadari,makin lama di fikirkan membuat kepala Bayu pusing dan dia pun tidak ingin terus memikirkanya,Bayu pun istirahat di temani Raden Ayu sedang Cleo dan kawananya keluar melihat keadaan kerajaan.
   Tiba waktunya matahari tenggelam dan acara selamatan untuk para prajurit yang gugur pun di laksanakan,sebelum acara di mulai Bayu memberi pesan pada rakyatnya,

Bayu :"wahai rakyatku semua malam ini akan kita jadikan malam panjang untuk menemani mereka yang gugur dan mulai malam ini juga setiap tahun acara selamatan ini akan di gelar untuk mengirim do'a dan juga mengenang para prajurit dan kesatria kerajaan pusar angin yang gugur".

setelah selesai memberi pesan pada rakyatnya Bayu pun mempersilahkan kepada empu Weda untuk memulai acara selamatan pengiriman do'a untuk mereka yang gugur di medan perang hingga selesai lalu mereka pun makan bersama di depan gerbang istana(gerbang istana adalah pintu utama menuju singgasana kerajaan pusar angin sedang gerbang kerajaan adalah pintu gerbang utama dari benteng yang mengelilingi seluruh kerajaan).Sebelum Bayu meninggalkan rakyatnya masuk ke istana dia memberi arahan agar malam itu para rakyat dan juga prajurit untuk begadang bersama mengobati dan menjaga para prajurit yang terluka.Saat pagi datang Bayu pergi ke goa di air terjun yang ada di atas bukit di belang kerajaan dan bersemedi hingga penyatuan jiwanya dan jiwa Rubi sempurna.

Read More

Kamis, 05 April 2018

Published 05 April by with 0 comment

LEGENDA YANG HILANG capt :2


"Bertemunya dua hati"

  Pagi hari suasana begitu tenang cahayah mentari mulai menerobos lebatnya hutan belantara,terlihat seekor singa mengendap perlahan dan tatapan matanya begitu tajam mengarah pada seekor rusa yang sedang makan rumput,setelah singa itu begitu dekat dan hendak menerkam si rusa tiba-tiba terdengar suara ledakan-ledakan hebat dari air terjun yang tidak jauh dari tempat itu membuat rusa itu tersadar nyawanya terancam dan berlari menjauh,dengan sigap singa itu berlari menuju tempat ledakan terjadi dan setelah sampai dia duduk di atas batu besar menyaksikan Bayu samudro berlatih ilmu kanuragan,selesai berlatih dia menghampiri singa itu yang tidak lain adalah Cleo,

Bayu :"bagaimana perburuanmu Cleo?".

Cleo :"kau baru saja mengacaukannya Bayu".

Bayu :"maaf...!tapi setidaknya kita punya ikan-ikan yang kutangkap ini".

Cleo :"terserah kau saja Bayu".

Bayu :"ayo kita pulang".

Mereka pun meninggalkan air terjun tempat latihan Bayu Samudro menuju rumah yang telah dia bangun bersama Cleo 5 tahun yang lalu setelah meninggalkan kerajaan Kediri.Kini Bayu Samudro telah berusia 18 tahun dia menjadi seorang pemuda yang tampan dan juga menjadi seorang pendekar pilih tanding,hari-harinya selalu di lewati dengan datang ke kerajaan Kediri secara sembunyi-sembunyi untuk melihat gadis yang pernah merawat dan menolongnya dulu yaitu Raden Ayu Roro Puji Astutik.
   Dalam pengembaraannya Bayu sering melihat rakyat menderita akibat perang atau pun ketamakan raja mereka dan sebab itulah Bayu bertekad membangun sebuah kerajaan dengan menggunakan kekuatan yang dia miliki dari Rubi,Bayu dan Cleo mencari tempat yang cocok untuk membangun kerajaannya,dia menemukan sebuah bukit yang dikelilingi hutan luas nan datar lalu Bayu melakukan semedi di atas bukit selama 49 hari 49 malam dan di hari terakhir Bayu meletakkan kedua tangannya ke tanah,tiba-tiba seluruh hamparan hutan bergerak dan tenggelam kedalam tanah lalu muncul batu besar dan tinggi membentuk benteng mengelilingi tempat itu,di bawah kaki bukit tempat Bayu dan Cleo semedi muncul sebuah istana yang megah dan juga rumah-rumah kecil keluar dari tanah mengelilingi istana itu,di belakang bukit muncul air terjun dan membuat sungai yang membelah hamparan sawah yang di sekelilingnya banyak sekali pohon buah-buahan,tempat yang tadinya hutan belantara di ubah oleh Bayu menjadi sebuah kerajaan yang sangat indah dan hijau serta memiliki tanah yang subur untuk di jadikan lahan pertanian yang selalu di aliri air dari sungai.7 ekor siluman singa yang merajai tempat itu marah karena hutannya di rubah menjadi kerajaan oleh Bayu,mereka pun mendatangi Bayu namun di hadang lebih dulu oleh Cleo,

Siluman 1:"beraninya kalian mengusik tempat tinggal kami?ayo lawan aku dan aku akan membunuh kalian!?".

Cleo :"pergilah dan jangan mengganggu tempat ini".

Siluman 2:"sepertinya aku mengenalmu!?".

Siluman 3:"bukankah dia singa bodoh yang kita usir dulu".

Siluman 2 :"benar...!itu memang dia".

para siluman itu tertawa terbahak melihat Cleo yang dulu anggota mereka,

Siluman 1:"beraninya kau menampakkan lagi wajahmu di hadapanku".

Siluman 2 :"mungkin dia sudah bosan hidup".

Cleo :"aku tidak ingin bertarung dengan kalian jadi pergilah".

Siluman 1 :"beraninya kau mengusirku,serang dia...!".

pertarungan hebat antara Cleo dan 7  siluman singa lain yang dulu kawanannya terjadi,sementara Bayu masih di atas bukit menyelesaikan apa yang dia lakukan,setelah selesai Bayu mendatangi Cleo yang hampir kalah di keroyok 7 siluman,Bayu dan Cleo pun bertarung melawan mereka namun karena kalah jumlah akhirnya Bayu dan Cleo kalah dan tersungkur di tanah,dalam kekalahan Bayu,Rubi merasa terhina dan melepaskan seluruh kekuatannya membuat Bayu mendapat kekuatan baru dan mengalahkan 7 siluman itu,karena kekuatannya sangat besar membuat Bayu hampir tidak bisa mengendalikannya dan saat dia berhasil mengendalikan seluruh kekuatan Rubi pakaian Bayu berubah menjadi sebuah perisai emas yang menjadi jirah bagi Rubi selama ini,melihat perubahan Bayu membuat Cleo dan 7 siluman lain langsung berlutut pada Bayu setelah  melihat jirah dari raja para siluman yang selama ini hilang bersama pemiliknya,

Siluman 1 :"ampun maha raja,kami benar-benar tidak tahu".

Siluman 2 :"benar maha raja,kami minta ampun".

Cleo :"siapa sebenarnya yang ada di dalam tubuhmu Bayu?".

Bayu :"aku juga tudak tahu Cleo,memangnya ada apa?".

Cleo :"jirah itu adalah milik raja kami  penguasa para siluman".

akhirnya Cleo menceritakan tentang pemilik jirah itu.
*******---------*******
  Dulu kerajaan siluman sangat tenang dan damai di pimpin oleh seorang maha raja yang agung pemilik jirah itu yang tidak lain adalah Rubi,walau Rubi adalah siluman tupai namun memiliki kekuatan yang tak tertandingi dan memimpin kerajaan bagi para siluman,Rubi memiliki seorang ratu dan juga 4 anak yang sangat di cintainya dan menjadi sebuah kebanggaan para siluman karena mereka semua memiliki sifat yang arif dan bijaksana,namun kebahagiaan itu di renggut saat hutan yang alam ghaibnya menjadi tempat kerajaan siluman itu berdiri di tebang dan di hancurkan manusia hanya untuk memenuhi hasrat akan harta dan tahta saja,istri dan 4 anak Rubi tewas terkena reruntuhan kerajaan saat menolong rakyat mereka dan membuat Rubi sangat marah,Rubi pun berjanji akan membalas kematian istri dan anak-anaknya dengan menghancurkan menusia,namun dalam usahanya membalas dendam Rubi di tangkap oleh seorang petapa suci dan di kurung di sebuah pohon maja,selama ribuan tahun para siluman mencari maha raja mereka untuk menyelamatkannya namun tidak pernah menemukan tempat dimana Rubi di kurung,segel itu akhirnya hancur saat patih gajah mada dan prabu Wijaya menebang pohon itu untuk mendirikan kerajaan majapahit,karena patih gajah mada adalah keturunan dari petapa suci membuatnya menguasai ilmu yang di gunakan petapa suci untuk mengurung Rubi di tubuh Bayu dan Rubi pun sekarang terkurung di tubuh Bayu samudro.
*******---------*******
mendengar cerita dari Cleo Bayu pun akhirnya tahu kenapa Rubi begitu membenci dirinya sendiri yang terkurung di tubuhnya,

Cleo :"Bayu apa yang kita lakukan pada mereka?".

Bayu :"untuk kalian aku tidak akan mengusik kalian atau pun membunuh kalian,jadi sekarang kalian boleh pergi dari tempat ini".

Siluman 1 :"ijinkan kami menjadi pengikutmu lagi maha rajaku".

Bayu :"aku bukanlah raja kalian karena aku dari golongan manusia".

Siluman 1 :"hamba mohon maha raja".

Bayu :"itu tidak mungkin,sekarang pergilah,tempat ini telah menjadi kerajaanku dan aku membangunnya untuk manusia sepertiku".

akhirnya 7 siluman itu pun dengan berat hati pergi meninggalkan Bayu dan Cleo keluar dari benteng kerajaan.
   Hanya dalam waktu dua tahun kerajaan Bayu samudro yang di beri nama "Kerajaan Pusar Angin" berkembang pesat menjadi sebuah kerajaan besar yang makmur dan damai,begitu tersohornya kerajaan itu membuat raja Kediri mengutus dua anaknya yaitu Putri Wulandari dan adiknya Raden Ayu Roro Puji astutik datang ke kerajaan pusar angin guna menjalin kerjasama dengan kerajaan pusar angin untuk mensejah terakan rakyatnya.Setelah waktu yang di tentukan Raden Ayu dan rombongannya pun pergi ke kerajaan pusar angin,mereka disambut dengan tangan terbuka oleh patih kerajaan pusar angin yang bernama Guntur Geni,mereka di persilahkan istirahat di kerajaan sambil menunggu raja kerajaan pusar angin kembali dari perburuannya.Raden Ayu dan rombongannya begitu takjub melihat kerajaan pusar angin yang begitu indah dan makmur,selain itu mereka juga begitu penasaran dengan sang raja yang tampan dan katanya belum memiliki ratu.
   Setelah lama menunggu sambil menikmati pemandangan di kerajaan pusar angin akhirnya Bayu dan Cleo pun pulang dari perburuannya,saat itu Raden Ayu dan rombongannya sedang duduk di aula kerajaan menikmati hidangan yang di sajikan,tiba-tiba seekor singa berlari masuk dan bersembunyi di belakang tirai yang ada di dekat Raden Ayu membuat mereka kaget dan ketakutan namun patih Guntur Geni menenangkan mereka dan mengatakan kalau singa itu tidak berbahaya,dengan perlahan Cleo mendekati Raden Ayu sambil mengamatinya dan begitu juga Raden Ayu yang merasa pernah bertemu dengan singa itu sebelum akhirnya Bayu masuk sambil berlari dan terengah-engah sambil mencari Cleo,

Bayu :"Cleo kenapa kau meninggalkan aku?".

Raden Ayu yang dari tadi mengamati singa itu pun mulai tersenyum bahagia,

Raden Ayu :"Cleo.....!kamu Cleo?".

sambil mengangguk Cleo mendekati Raden Ayu dan Raden Ayu pun memeluk Cleo dengan penuh bahagia,

Raden Ayu :"Cleo,dimana kakang Bayu".

mendengar pertanyaan Raden Ayu Cleo menghampiri Bayu yang masih terengah-engah,

Bayu :"nakal kamu Cleo,aku sampai lelah mengejarmu".

Cleo :"maaf Bayu,lihatlah Raden Ayu ada di sini!".

Bayu :"benarkah?dimana dia?".

Guntur Geni :"maaf pangeran,kita ada tamu dari kerajaan Kediri".

Bayu pun akhirnya melihat Raden Ayu yang selalu di nantikannya selama ini,

Bayu :"hormat hamba Raden Ayu dan putri Wulandari".

Semua rombongan pun berlutut memberi hormat pada Bayu samudro,

Rombongan :"hormat hamba pangeran".

Bayu :"aku terima hormat kalian,sekarang bangunlah!".

semua rombongan bangun kecuali Raden Ayu dan dia pun memberi hormat pada Bayu,

Raden Ayu :"hormat hamba kakang,eh....hormat hamba pangeran".

semua tersenyum mendengar kata-kata Raden Ayu membuatnya menjadi tersipu malu karena salah mengucap,

Bayu :"bangunlah Raden Ayu,kau tidak perlu seperti itu".

Raden Ayu :"terimakasih kakang,eh.....pangeran".

Bayu :"tidak perlu sungkan Raden Ayu panggil saja hamba seperti dulu,

Guntur Geni :"maaf pangeran,apakah pangeran mengenal mereka?".

Bayu :"iya patih,Raden Ayu adalah orang yang dulu pernah merawatku saat sakit".

Guntur Geni :"hamba ucapkan terimakasih Raden Ayu karena pernah merawat pangeran kami".

Raden Ayu :"tidak perlu patih,sudah tugas hamba menolong orang".

Bayu :"tapi aku juga pernah menghancurkan salah satu wilayah kerajaan kediri patih Guntur Geni".

Raden Ayu :"itu sudah berlalu kakang,selain itu kakang melakukan itu untuk melindungiku".

Wulandari :"jadi hancurnya desa itu karena Bayu,eh...maksudku pangeran Bayu mencoba menolongmu dinda".

Raden Ayu :"benar mbak yu".

Raden Ayu menceritakan lagi kenapa Bayu sampai menghancurkan sebuah desa di kerajaan kediri 5 tahun yang lalu dan para rombongan dari kerajaan kediri pun akhirnya tahu kisah sebenarnya dari kejadian itu,selesai cerita mereka pun mulai membahas perihal kedatangan utusan dari kerajaan kediri yang datang ke kerajaan pusar angin,keinginan raja kediri di sambut hangat oleh pangeran Bayu samudro,para rombongan dari kerajaan kediri di minta menginap beberapa hari oleh pangeran Bayu membuat Raden Ayu dan pangeran Bayu semakin dekat apalagi kejadian waktu kecil mereka terjadi lagi saat tanpa sengaja pangeran Bayu mencium pipi Raden Ayu,perasaan cinta pun tumbuh di antara mereka berdua,selama di kerajaan pusar angin Raden Ayu selalu ditemani Cleo hingga para rakyat di kerajaan pusar angin pun menganggap Raden Ayu adalah calon ratu mereka.Setelah waktunya tiba para rombongan dari kerajaan kediri pun pulang dengan membawa hadiah dari kerajaan pusar angin.
*******---------*******
  Di sebelah barat terdapat sebuah kerajaan yang di pimpin oleh prabu Wisanggeni,dia adalah raja yang kejam dan menyiksa rakyatnya,prabu Wisanggeni yang mendengar kabar tentang kerajaan pusar angin ingin menaklukkannya agar tidak ada kerajaan lain yang lebih besar dan berkuasa seperti kerajaan Bumi Rimba yang di pimpinnya,prabu Wisanggeni menyiapkan pasukan dan hendak menyerang kerajaan pusar angin dan dia mengutus anaknya Pangeran Jaka Wisanggeni memimpin penyerangan itu,

Prabu Wisanggeni :"anakku jaka,aku ingin kau memimpin pasukan untuk menaklukan kerajaan pusar angin".

Jaka :"baik romo,akan ku taklukkan kerajaan pusar angin untuk romo".

Prabu Wisanggeni :"kau begitu bersemangat sekali anakku".

Jaka :"tentu romo,dengan mengalahkan kerajaan pusar angin hamba akan bisa menikah dengan Raden Ayu Roro Puji Astutik".

Prabu Wisanggeni :"tentu anakku,

ternyata pangeran jaka Wisanggeni jatuh cinta pada Raden Ayu namun cintanya tidak kesampaian karena di hati Raden Ayu sudah ada Bayu samudro yang di cintainya sejak kecil.Rombongan pasukan dari kerajaan bumi rimba pun berangkat menuju kerajaan pusar angin.
*******--------*******
Seorang teliksandi dari kerajaan pusar angin mengetahui niat dari prabu Wisanggeni dan anaknya,dia pun bergegas mengirim pesan kepda pangeran Bayu samudro agar bisa melawan para pasukan dari kerajaan bumi rimba yang terkenal kejam itu, mendengar kabar dari teliksandi pangeran Bayu pun mulai menyusun strategi perang melawan pasukan dari kerajaan bumi rimba yang jumlahnya lebih banyak dari pasukannya,setelah segala persiapan selesai para prajurit pangeran Bayu mulai berjaga di pintu gerbang benteng kerajaan bersiap jika pasukan dari kerajaan bumi rimba datang.
*******--------*******
  Raden Ayu yang mendengar berita itu jadi gelisah memikirkan orang yang di cintainya sampai akhirnya Raden Ayu memutuskan untuk pergi ke kerajaan pusar angin menemui dan mendampingi pangeran Bayu samudro,tapi dalam perjalanannya dia di tangkap oleh prajurit dari kerajaan bumi rimba yang mulai mengepung kerajaan pusar angindan di bawa menghadap pada pangeran Jaka Wisanggeni,melihat pengorbanan Raden Ayu pada pangeran Bayu membuat pangeran Jaka makin marah dan geram pada Pangeran Bayu karena berhasil mendapatkan hati dan cintanya Raden Ayu Roro Puji Astutik,dia pun memerintahkan pasukkannya untuk bergerak lebih cepat agar segera sampai di gerbang kerajaan pusar angin.
*******---------*******
  Seorang prajurit datang menemui pangeran Bayu setelah melihat rombongan pasukan dari kerajaan bumi rimba,

Prajurit :"hormat hamba pangeran".

Bayu :"aku terima hormatmu prajurit,ada kabar apa?".

Prajurit :"pasukan dari kerajaan bumi rimba telah sampai di gerbang pangeran".

Bayu :"patih Guntur Geni!,pergilah ke gerbang dan siapkan pasukan kita untuk menjalankan strategi kita".

Guntur Geni :"baik pangeran".

Prajurit :"maaf pangeran".

Bayu :"ada apa lagi prajurit?".

Prajurit :"Raden Ayu juga ada disana pangeran,dia menjadi tawanan pangeran Jaka".

mendengar berita tentang Raden Ayu yang menjadi tawanan prajurit kerajaan bumi rimba membuat pangeran Bayu marah dan langsung bergegas menuju gerbang kerajaan untuk menyelamatkan wanita yang di cintainya.Sesampainya di pintu gerbang Bayu memerintahkan patih Guntur Geni untuk membuka pintu gerbang dan keluar untuk menyelamatkan Raden Ayu,

Bayu :"patih,bukalah gerbangnya!".

Guntur Geni :"tapi pangeran itu bukan strategi kita".

Bayu :"aku harus menyelamatkan Raden Ayu patih Guntur Geni".

akhirnya patih Guntur Geni membuka pintu gerbang dan mengikuti pangeran Bayu dan Cleo dari belakang,di depan gerbang mereka di sambut oleh pasukan dari kerajaan bumi rimba yang telah bersiap untuk berperang,

Bayu :"hai...pangeran Jaka!lepaskan Raden Ayu dan aku akan mengampunimu".

Jaka :"sombong sekali kau Bayu,sebentar lagi kerajaanmu dan juga wanita yang kau cintai ini akan menjadi milikku".

Bayu :"jika kau berani menyakiti Raden Ayu aku berjanji akan membunuhmu".

Jaka :"ha.....ha......ha.......!,lihatlah ini Bayu".

pangeran Jaka Wisanggeni menampar Raden Ayu di depan Bayu,Cleo yang melihatnya langsung mengaum dengan keras dan tiba-tiba 7 kawanan singa datang dari hutan merebut Raden Ayu dari tangan pangeran Jaka Wisanggeni,seetelah berhasil Raden Ayu diserahkan pada pangeran Bayu,

Siluman :"hamba serahkan wanita ini padamu maha rajaku".

Bayu :"terimakasih".

Cleo :"apalagi yang harus di lakukan sekarang Bayu?".

Bayu :"patih,bawalah calon ratu kalian kedalam gerbang dan lindungi dia".

Guntur Geni :"baik pangeran".

setelah patih Guntur Geni membawa Raden Ayu masuk gerbang kerajaan dan menutupnya lagi pangeran Bayu  dan Cleo serta 7 singa lain bersiap untuk perang,Bayu mengeluarkan jirah perangnya,

Bayu :"kali ini aku membutuhkan kemarahanmu Rubi".

Rubi :"akhirnya yang kutunggu datang juga".

Bayu :"terimakasih atas kedangan kalian saudara-saudaraku,hari ini aku membutuhkan bantuan kalian untuk memberi pelajaran pada mereka".

Cleo :"dengan senang hati Bayu".

Siluman :"kami sudah siap maha raja".

Bayu :"Cleo dan kalian semua,bangunlah...!

Cleo dan 7 siluman lain berubah menjadi sesosok siluman singa yang memiliki tubuh seperti manusia namun tetap di penuhi bulu,seluruh pasukan dari kerajaan bumi rimba terperangah melihat perubahan Cleo dan yang lainnya,

Bayu :"serang........!".

Jaka :"serang.........!".

pertempuran pun dimulai antara prajurit kerajaan bumi rimba dan 8 pasukan siluman pangeran Bayu,sementara para prajurit kerajaan pusar angin melontarkan anak panah dari atas benteng kerajaan untuk membantu berperang,Bayu yang menggunakan kekuatan penuh dari Rubi berubah menjadi seekor tupai raksasa yang memiliki 5 ekor dan seluruh tubuhnya di selimuti api,pasukan dari kerajaan bumi rimba kocar-kacir melawan kemarahan dari Bayu dan juga Rubi,walau jumlah mereka sangat banyak namun lawan mereka adalah makluk abadi yang dibawah perintah pangeran Bayu samudro,peperangan yang besar telah terjadi di depan gerbang kerajaan pusar angin untuk pertama kalinya dan kemenangan pun di peroleh Bayu setelah dia berhasil membunuh pangeran Jaka Wisanggeni,setelah pangeran Jaka meninggal pasukan kerajaan bumi rimba yang masih hidup melarikan diri dan ada juga yang menyerah,pertempuran telah usai tinggal Bayu yang kembali mencoba mengendalikan kekuatan Rubi sekali lagi hingga akhirnya kekuatan Rubi bisa di kendalikan lagi oleh Bayu tapi setelah kekuatan Rubi di kendalikan Bayu terjatuh ketanah dan tak sadarkan diri,Cleo dan siluman lainnya berjalan sempoyongan mengelingi Bayu dan mereka mengaum keras menandakan Bayu telah meninggal,melihat pangeran mereka tergeletak di tanah para prajurit kerajaan pusar angin membuka gerbang dan bergegas menghampiri pemimpin kerajaan mereka,Raden Ayu berlutut di samping Bayu dan menangis histeris melihat orang yang di cintainya meninggal.
   Cleo menggendong jasad Bayu dan membawanya masuk ke kerajaan pusar angin di iringi 7 siluman lain dan Raden Ayu serta seluruh prajurit yang bersedih dan berduka,seluruh rakyat kerajaan pusar angin menangis melihat raja yang mereka cintai meninggal,di tengah pusat kerajaan Bayu di baringkan oleh Cleo di kelilingi 7 siluman lain danjuga seluruh prajurit dan rakyat di kerajaan pusar angin.
*******---------*******
Kembali Bayu berada disebuah hamparan luas yang di selimuti awan,Bayu berjalan mendekati pintu gerbang yang besar dan indah,kembali pintu gerbang itu terbuka saat bayu berada didepan gerbang itu,setelah terbuka Bayu melihat kedua orang tuanya tersenyum memandangnya,di dekat orang tuanya ada seorang wanita dan 4 anak kecil yang juga memandanginya,

Anak 1 :"ibu...!itu romo datang".

Wanita :"itu bukan romo kalian".

Anak 2 :"tapi itukan jirah romo".

mendengar percakapan mereka Bayu jadi tahu kalau mereka adalah istri dan anak Rubi yang telah meninggal,

Romo :"kamu sudah besar anakku".

Bayu :"iya romo,ibu".

Ibu :"masuklah nak dan kita bisa berkumpul lagi bersama".

Bayu :"maaf ibu aku belum bisa,masih ada yang harus aku selesaikan".

setelah bicara pada orang tuanya Bayu mendekati wanita dan 4 anak di samping orang tuanya,

Bayu :"apa kalian anak-anak raja siluman?".

Anak 1 :"benar,dimana romo?".

Bayu :"romo kalian belum bisa datang tapi aku berjanji akan membawanya kesini dan bertemu dengan kalian nanti".

Wanita :"bagaimana kau memiliki jirah perang suamiku?".

Bayu :"aku dan suamimu memiliki tubuh yang sama ratu".

Wanita :"apa maksudmu?".

Bayu :"kelak kau akan mengetahuinya".

setelah bicara Bayu berjalan meninggalkan orang tuanya dan juga istri dan anak-anak Rubi untuk kembali ke jasadnya,dan saat gerbang mulai tertutup kembali Bayu di tarik kekuatan hebat dan tenggelam di antara awan.
*******----------*******
  Raden Ayu yang menangis di dekat Bayu terkejut saat Bayu tersentak bangun dan berteriak,semua terdiam dan tertegun melihat raja mereka bangun lagi setelah meninggal,Raden Ayu yang bahagia melihat orang yang dicintainya hidup lagi pun dengan erat memeluk Bayu di saksikan seluruh rakyat kerajaan pusar angin,Bayu membalas pelukan Raden Ayu sebelum mereka berdua di kejutkan oleh seorang anak kecil yang bernama Nilam bicara keras,

Nilam :"hore.......kita punya ratu!.

seluruh rakyat yang tadi bengong saja ikut bersorak setelah mendengar suara Nilam,Bayu dan Raden Ayu yang malu melepas pelukan mereka lalu Bayu bangun dan berdiri di atas patung besar di pusat kerajaan tempat dia di baringkan tadi,

Cleo :"syukurlah kau bangkit lagi Bayu,aku takut karena ini adalah kematianmu paling lama".

Bayu :"terimakasih Cleo telah menghawatirkanku".

setelah bicara dengan Cleo akhirnya Bayu mulai bicara pada rakyatnya,

Bayu :"wahai rakyatku!hari ini kalian telah tahu siapa aku sebenarnya,kalian tahu siapa Cleo dan juga mereka,aku tidak akan memaksa kalian untuk tetap menjadi rakyatku tapi jika kalian masih ingin tinggal di kerajaan ini aku akan dan juga mereka akan berusaha untuk melindungi kalian,mengayomi dan mensejahterakan kalian".

mendengar kata-kata raja mereka Nilam yang masih kecil dan lugu berlutut di hadapan Bayu dan bicara,

Nilam :"hamba ingin tetap tinggal disini pangeran,hamba ingin tetap mengabdi dan menghormati pangeran sebagai raja hamba yang agung".

mendengar ucapan gadil kecil yang lugu seluruh rakyat kerajaan pusar angin pun ikut berlutut dan memberi hormat pada Bayu,

Bayu :"apakah kalian semua tidak takut setelah tahu bahwa aku bukanlan manusia seutuhnya seperti kalian?apakah kalian tidak takut dengan wujud dari Cleo dan juga kawanannya yang ternyata adalah siluman".

Raden Ayu yang mendengar ucapan Bayu pun mendekati Nilam dan ikut berlutut di depan Bayu,

Raden Ayu :"hamba tidak peduli siapa kakang sebenarnya dan juga siapa Cleo serta kawanannya,hamba akan tetap menjadikan kakang raja di hati hamba".

kembali seluruh rakyat menyerukan hal yang sama seperti Raden Ayu,Rubi yang menyaksikan kejadian itu tidak percaya jika Bayu telah membuktikan janji yang pernah di ucapkannya dulu,sekarang Rubi sangat yakin kalau Bayu adalah manusia yang akan menuntunnya menuju kebaikan,

Bayu :"terimakasih untuk kalian semua yang masih setia padaku walau kalian tahu siapa aku sebenarnya".

Guntur Geni :"pangeran tidak perlu berterimakasih,kamilah yang harusnya berterimakasih pada pangeran yang selalu melindungi kami".

serentak seluruh rakyat kerajaan pusar angin membenarkan ucapan patih Guntur Geni,

Bayu :"sebelum aku kembali ke istana,aku punya permintaan pada kalian semua wahai rakyatku".

Guntur Geni:"permintaan pangeran adalah perintah bagi kami".

Bayu :"besok aku minta pada kalian untuk membuat nasi tumpeng dan memasak berbagai macam makanan yang nantinya akan di kumpulkan di disini untuk kita makan bersama sebagai wujud syukur atas kemenangan kita hari ini".

kembali seluruh rakyat menjawab serentak :"baik pangeran".

setelah mengucapkan permintaannya Bayu bicara pada Cleo dan kawanannya,

Bayu :"Cleo dan kalian semua terimakasih telah membantuku menjaga mereka".

Cleo :"apapun yang kau lakukan aku akan selalu disampingmu Bayu".

Siluman 1 :"kami akan melindungi apapun yang maha raja lindungi".

Bayu :"sekarang kembalilah ke wujud singa agar rakyatku tidak takut lagi melihat kalian".

Cleo :tentu Bayu".

Cleo dan kawanannya kembali berubah bentuk menjadi singa dan mengikuti Bayu yang di bantu Raden Ayu menuju kerajaan untuk istirahat,sedangkan para prajurit kembali ke gerbang untuk mengubur mayat-mayat yang berserakan di depan gerbang akibat pertempuran tadi dan mengambil senjatanya,seluruh rakyat pulang dengan perasaan bahagia karena kemenangan dan juga karena raja mereka yang hidup lagi.
  Tidak lama istirahat ada utusan dari kerajaan Kediri datang ingin bertemu dengan Raden Ayu Roro Puji Astutik,mereka adalah pengeran Kertajaya dan Wulandari serta beberapa pengawal dari kerajaan kediri,patih Guntur Geni mempersilahkan mereka masuk dan menemui pangeran Bayu dan juga Raden Ayu,mereka terlihat senang setelah melihat Raden Ayu adik mereka selamat,

Wulan :"kau membuat kami khawatir adikku".

Kertajaya :"apa yang kau fikirkan hingga lari dari kerajaan Ayu?".

Bayu :"maaf pangeran Kartanegara jika Raden Ayu membuat kekhawatiran di kerajaan kediri".

Wulan :"kenapa pangeran Bayu yang minta maaf,seharusnya Ayu yang harus minta maaf".

Ayu :"maaf kang mas,mbak yu saya pergi dari kerajaan karena khawatir dengan kakang Bayu".

sambil menggoda adiknya putri Wulandari kembali bertanya,

Wulan :"memang pangeran Bayu itu siapa kamu sampai kamu khawatir dan tidak peduli lagi pada kami?".

Radean Ayu :"kang mas... mbak yu menggodaku terus".

Kertajaya :"kalian kalau bertemu selalu saja bikin ribut".

Raden Ayu :"mbak yu Wulan yang mulai kang mas".

Kertajaya :"maaf atas tingkah mereka pangeran".

Bayu :"tidak apa-apa pangeran,aku sudah sering melihat mereka seperti itu".

Kertajaya :"bagaimana keadaan kerajaan pusar angin ini?".

Bayu :"semua baik-baik saja pangeran".

Kertajaya :"maaf kami terlambat datang,tapi saat ini pasukanku sedang membantu mengubur korban perang".

Bayu :"terimakasih atas bantuannya".

suasana menjadi ramai karena adanya putri Wulandari dan juga Raden Ayu yang selalu bertengkar dan saling menggoda jika bersama,

Bayu :"maaf pangeran,pangeran Kartanegara sebagai calon pewaris tahta kerajaan kediri hamba ingin minta ijin pada pangeran".

Kertanegara :"apakah itu pangeran Bayu?".

Bayu :"jika di ijinkan hamba ingin melamar Raden Ayu Rori Puji Astutik menjadi istri hamba dan juga ratu di kerajaan ini".

Kertanegara :"hamba senang sekali bila adik hamba bisa menjadi bagian dari kerajaan ini,tapi.....!".

Bayu :"tapi apa pangeran?".

Kertajaya :"hanya romo dan Raden Ayu sendiri yang bisa memutuskan itu pangeran".

Wulan :"kalau pangeran Bayu bersedia datanglah ke kerajaan kediri dan bertemu romo kami".

Bayu :"baik putri".

terlihat wajah Raden Ayu merah merona karena bahagia akan di pinang orang yang di cintainya.
   Akhirnya Bayu dan para pengikut setianya serta para punggawa kerajaan mengantar Raden Ayu dan saudara-saudaranya kembali ke kerajaan kediri dan juga untuk bertemu raja kediri agar bisa melamar Raden Ayu Roro Puji Astutik,kedatangan Bayu dan pengikutnya disambut oleh raja kediri dan lamarannya untuk menikahi Raden Ayu juga di terima.Seluruh kerajaan kediri dan kerajaan pusar angin bahagia mendengar Pangeran Bayu samudro dan Raden Ayu Roro Puji Astutik akan segera menikah.
*******---------*******
sementara itu prabu Wisanggeni yang marah dan murka atas kematian anaknya mulai mengumpulkan pasukan dan membangun kekuatan untuk membalas kematian anaknya pada Bayu samudro dan seluruh kerajaan pusar angin.

Read More