"penyatuan jiwa"
Terdengar ayam berkokok bersahut-sahutan tanda matahari sebentar lagi terbit,udara pagi terasa dingin menerpa tubuh Bayu samudro yang berdiri di atas bukit dan di temani 8 pengikut setia yang tidak lain adalah Cleo dan kawanannya menyaksikan rakyatnya memulai hari mereka,tampak beberapa orang yang telah bangun mengerjakan aktifitas mereka di temani obor yang mulai terlihat redup oleh kemunculan cahaya jingga di ufuk timur,suasana begitu tenang dan damai hingga suara raungan Cleo dan kawanannya memecah kesunyian pagi,Bayu tersenyum sambil memegang perutnya dan bicara pada Rubi,
Bayu :"lihat mereka Rubi,mereka semua hidup tanpa ada rakut akan kehadiran kita,justru mereka begitu senang dan menghormati kita sebagai pemimpin mereka".
Rubi :"kau memang berbeda Bayu,kau merhasil meyakinku atas kesungguhan hatimu yang telah berhasil memenuhi janji yang kau ucapkan dulu".
Cleo :"kami bangga bisa melayanimu Bayu".
Bayu mengusap bulu lebat Cleo yang menutupi lehernya,
Rubi :"mulai saat ini aku akan selalu membantumu Bayu".
Bayu :"terimakasih karena sudah percaya padaku Rubi,aku janji suatu saat nanti aku akan membawamu untuk bertemu lagi dengan istri dan anak-anakmu".
Rubi :"apa maksudmu Bayu,mereka telah tiada,bagaimana kau akan mempertemukanku dengan mereka lagi?".
Cleo :"benar Bayu,maha ratu,para pangeran dan putri kerajaan para siluman telah tiada!?".
Bayu :"percayalah bahwa aku tidak akan mengingkari janjiku karena aku juga telah berjanji pada mereka".
Rubi :"kau bertemu dengan istri dan anak-anakku?dimana mereka?".
Bayu :"awalnya aku juga tidak yakin dengan apa yang kulihat Rubi,tapi aku mulai yakin bahwa tempat yang aku datangi saat aku teluka itu adalah nirwana".
Cleo :"nirwana?".
Bayu :"benar dan disanalah aku bertemu dengan keluargamu Rubi,kau memiliki keluarga yang baik dan berbakti Rubi sampai mereka bisa masuk nirwana".
Rubi :"kau bohong padaku Bayu".
Bayu :"tidak Rubi,kau tahu anak-anakmu sangat tampan dan cantik tapi hanya satu saja yang mirip denganmu,yang lain mirip istrimu".
Rubi :"tidak mungkin".
Cleo :"bagaimana kau tahu kalau anak-anak maha raja kami hanya satu saja yang mirip dengan maha raja".
Bayu :"aku sudah bilang bahwa aku telah bertemu mereka saat di gerbang nirwana".
Rubi meneteskan air mata karena bahagia dan juga rindu pada istri dan anak-anak mereka,sedang asik bicara pada Rubi dan kawanan Cleo,Bayu di kagetkan oleh suara calon istrinya Raden Ayu Roro Puji Astutik dari bawah bukit memanggilnya,
Raden Ayu :"kakang Bayu.....!!!".
melihat Raden Ayu di bawah Bayu dan pengikutnya turun menghampiri Raden Ayu,
Bayu :"ada apa ratuku?".
Raden Ayu :"bukankah hari ini kakang ingin mengajakku kesebuah tempat?apa kakang Bayu lupa?".
Bayu :"tentu tidak ratuku,apa semua persiapan sudah selesai?".
Raden Ayu :"sudah kakang,tinggal menunggu kakang saja".
Bayu :"baiklah kalau begitu aku akan bertemu dengan patih Guntur Geni lebih dulu".
Raden Ayu :"baik kakang".
Bayu pun pergi menemui patih Guntur Geni dan berpesan padanya untuk menjaga kerajaan selama Bayu dan Raden Ayu pergi,setelah semua siap Bayu dan Raden Ayu pun pergi bersama Cleo dan beberapa prajurit sedang kawanan Cleo tinggal di kerajaan untuk berjaga.
Setelah setengah hari melakukan perjalanan rombongan Bayu pun sampai ke tempat tujuan mereka yaitu tempat Bayu dan Cleo mengasingkan diri dan berlatih ilmu kanuragan setelah membuat kekacauan dan meninggalkan kerajaan kediri dulu,Bayu menceritakan kisahnya saat berada di tempat itu pada Raden Ayu hingga Raden Ayu sampai menangis dan terharu mendengar cerita tentang perjuangan pahit yang di lalui suaminya,Bayu juga menceritakan tentang dirinya yang menjadi sebuah wadah seekor siluman yang kini menjadi temannya.Di tempat itu Bayu yang sangat mencintai Raden Ayu Roro Puji Astutik mendirikan sebuah patung Raden Ayu di air terjun tempatnya berlatih dulu,setelah patung itu berdiri Bayu memberi nama tempat itu seperti nama istrinya yaitu AIR TERJUN RADEN AYU RORO PUJI ASTUTIK sebagai simbol cintanya pada istri yang sangat di cintainya(tempat itu sekarang di kenal dengan nama air terjun Roro kuning yang terletak di desa sawahan di wilayah kabupaten Nganjuk).Setelah selesai membangun patung istrinya Raden Ayu Roro Puji Astutik(Roro kuning) merereka pun kembali ke kerajaan pusar angin.Sesampainya di kerajaan Bayu jatuh dan tak sadarkan diri,tubuhnya terasa panas dan kekuatan dari Rubi bergejolak kuat mengelilingi tubuh Bayu,Raden Ayu menangis melihat orang yang di cintainya jatuh sakit tanpa sebab.
*******---------*******
Prabu Wisanggeni dan pasukannya mulai bergerak menuju kerajaan pusar angin untuk membalas dendan kematian anaknya,prabu Wisanggeni di iringi para pendekar bayaran dan pengikutnya bergerak diam-diam agar tidak di ketahui kedatangannya.
*******---------*******
Cleo dan kawanannya mencoba menolong Bayu tapi tidak berhasil karena tubuh Bayu yang tergeletak di tutupi kekuatan Rubi yang bergejolak,rakyat kerajaan pusar angin sangat sedih mendengar raja yang mereka cintai sedang sakit dan belum ada satu orang pun yang bisa mengobatinya,dalam kemelut kerajaan para prajurit dan rakyat kerajaan pusar angin di gegerkan dengan berita pasukan prabu Wisanggeni telah bergerak menuju kerajaan pusar angin yang akan sampai 3 hari lagi saat raja mereka Bayu samudro sedang sakit,melihat kepanikkan rakyat kerajaan pusar angin Cleo pun berubah menjadi sesosok singa yang memiliki tubuh manusia dan berinteraksi dengan Raden Ayu dan juga patih Guntur geni,
Cleo :"Raden Ayu tidak boleh terus bersedih karena rakyat saat ini membutuhkan Raden Ayu".
Raden Ayu :"bagaimana aku tidak sedih Cleo melihat suamiku terbujur seperti ini".
Cleo :"tapi saat ini kerajaan sedang membutuhkan Raden Ayu".
Guntur Geni :"benar gusti ratu apa yang di katakan Cleo,kita harus bersiap melindungi kerajaan ini".
Raden Ayu :"tapi patih apa aku sanggup?".
Cleo :"kami para pengikut Bayu akan siap berperang bersamamu Raden Ayu".
Guntur Geni :"benar gusti,hamba dan para prajurit siap menerima perintah dari gusti ratu untuk melindungi kerajaan yang telah di bangun sang raja".
antara sedih dan bimbang Raden Ayu pun memutuskan untuk memimpin perang melawan prabu Wisanggeni dan pasukannya untuk melindungi rakyat dan juga suaminya,walau ragu dirinya akan sanggup mengalahkan pasukan kerajaan bumi rimba yang jauh lebih banyak dan juga lebih kuat tapi demi keamanan rakyat kerajaan pusar angin dan juga suaminya Raden Ayu memimpin strategi di bantu patih Guntur Geni dan juga Cleo.
Pasukan prabu Wisanggeni pun akhirnya datang juga dan bersiap untuk menggempur benteng pertahanan kerajaan pusar angin,Raden Ayu maju bersama pasukannya untuk menghalau pasukan lawan walau Raden Ayu tidak tahu ilmu kanuragan,hasilnya Raden Ayu terjatuh dari kuda dan hampir terkena pedang lawan namun tiba-tiba sebuah kekuatan besar melempar prajurit prabu Wisanggi yang hendak menyerang Raden Ayu saat terjatuh di tanah,Bayu samudro terbangun dari pembaringan sakitnya dan dengan kekuatan dan kemarahan Rubi menghancurkan pasukan prabu Wisanggeni,para prajurit kerajaan pusar angin yang melihat rajanya telah bangkit merasa terdorong semangatnya untuk berperang bersama raja mereka,perang hebat terjadi sekali lagi di depan benteng kerajaan pusar angin,banyak prajurit tak bersalah menjadi korban dalam perang ini hingga akhirnya Bayu berhasil membunuh prabu Wisanggeni dan juga antek-anteknya dan kemenangan kembali berpihak pada kerajaan pusar angin,setelah perang selesai tiba-tiba tubuh Bayu melayang,kekuatan besar dari Rubi yang menyelimuti tubuhnya terhisap lagi kedalam tubuhnya namun terlihat ada sesuatu yang berbeda saat tubuh Bayu samudro mulai turun perlahan,jirah perangnya terlihat lengkap dari sebelumnya dan mahkota raja siluman menghias di kepalanya,semua yang melihat kejadian itu tercengang dengan apa yang terjadi pada Bayu,sesampainya kembali menginjak tanah Bayu bergegas menghampiri istrinya dan memeluknya erat,Cleo dan kawanannya mendekati Bayu dan Raden Ayu,
Cleo :"apa yang terjadi padamu Bayu?bukankah kau sedang sakit?".
Bayu :"tidak Cleo,aku tidak sakit".
Raden Ayu :"lalu apa yang terjadi pada kakang hingga kakang menjadi seperti ini".
Bayu :"aku juga tidak tahu ratuku tapi aku bisa merasakan keberadaan Rubi dan juga merasakan isi hatinya".
Cleo :"itu tidak mungkin Bayu jika itu terjadi berarti ada penyatuan jiwa antara kau dan juga maha raja".
Bayu :"entahlah tapi sekarang aku bisa merasakan kesunyian dan kehampaan Rubi yang sama denganku".
Raden Ayu :"tidak apa-apa kakang yang penting kakang selamat".
Bayu pun memerintahkan melucuti senjata para prajurit dari kecrajaan bumi putra yang telah meninuggal atau pun yang menyerahkan diri dan mengubur para prajurit yang gugur dalam perang,para prajurit dan petinggi kerajaan pusar angin yang selamat masuk kekerajaan untuk di obati luka-luka mereka,rakyat kerajaan pusar angin membantu mengobati yang terluka,saat semua sibuk mengerjakan tugas masing masing Bayu pun berbicara di hadapan semua orang,
Bayu :"wahai rakyatku,hari ini kita menang namun mengorbankan banyak orang oleh karena itu aku ingin beberapa orang dari kalian masuk ke istana memasak dan saat matahari tenggelam nanti kita akan melakukan selamatan untuk meraka yang gugur".
tanpa di perintah lagi rakyat sudah tahu apa yang harus mereka lakukan,mereka mengikuti Bayu dan Raden Ayu masuk istana dan mengambil keperluan untuk acara selamatan lalu mulai memasak.Bayu dan Raden Ayu istirahat di temani Cleo dan kawanannya sambil membicarakan tentang apa yang menimpa Bayu,
Cleo :"apakah selama sakitmu kau ada di gerbang itu lagi Bayu?".
Bayu :"tidak Cleo tapi aku di tempat gelap bersama Rubi dan entah kenapa saat bersamanya kami terasa begitu dekat".
Cleo :"mungkinkah ini benar-benar terjadi!?".
Bayu :"apa maksudmu Cleo?".
Cleo :"mungkinkah Bayu dan maha raja melakukan penyatuan jiwa tanpa disadari".
Rubi :"jangan bicara sembarangan kau singa bodoh!".
Bayu :"bagaimana mungkin manusia dan siluman bisa melakukan penyatuan jiwa Cleo".
Cleo :"dalam silsilah keluargaku pernah ada yang melakukan itu Bayu".
Bayu :"tapi bagaimana mungkin?".
Cleo :bila hati dan juga perasaan manusia dan siluman sama,itu bisa terjadi Bayu".
Raden Ayu :"maksudmu ada perasaan yang sama antara Bayu dan juga Rubi?".
Cleo :"benar Raden Ayu".
Bayu hanya terdiam memikirkan kata-kata Cleo yang baru saja keluar,di benak Bayu bertanya-tanya perasaan apa yang sama darinya dan Rubi hingga mengalami penyatuan jiwa tanpa mereka sadari,makin lama di fikirkan membuat kepala Bayu pusing dan dia pun tidak ingin terus memikirkanya,Bayu pun istirahat di temani Raden Ayu sedang Cleo dan kawananya keluar melihat keadaan kerajaan.
Tiba waktunya matahari tenggelam dan acara selamatan untuk para prajurit yang gugur pun di laksanakan,sebelum acara di mulai Bayu memberi pesan pada rakyatnya,
Bayu :"wahai rakyatku semua malam ini akan kita jadikan malam panjang untuk menemani mereka yang gugur dan mulai malam ini juga setiap tahun acara selamatan ini akan di gelar untuk mengirim do'a dan juga mengenang para prajurit dan kesatria kerajaan pusar angin yang gugur".
setelah selesai memberi pesan pada rakyatnya Bayu pun mempersilahkan kepada empu Weda untuk memulai acara selamatan pengiriman do'a untuk mereka yang gugur di medan perang hingga selesai lalu mereka pun makan bersama di depan gerbang istana(gerbang istana adalah pintu utama menuju singgasana kerajaan pusar angin sedang gerbang kerajaan adalah pintu gerbang utama dari benteng yang mengelilingi seluruh kerajaan).Sebelum Bayu meninggalkan rakyatnya masuk ke istana dia memberi arahan agar malam itu para rakyat dan juga prajurit untuk begadang bersama mengobati dan menjaga para prajurit yang terluka.Saat pagi datang Bayu pergi ke goa di air terjun yang ada di atas bukit di belang kerajaan dan bersemedi hingga penyatuan jiwanya dan jiwa Rubi sempurna.
0 komentar:
Posting Komentar